News Update :

Vettel Dan Alonso Memberikan Penghormatan Menjelang Balapan F1 Terakhir Schumacher

Sabtu, 24 November 2012



Saat konferensi pers menjelang balapan F1 Brazil, Sebastian Vettel menyempatkan diri untuk memberikan penghormatannya kepada Michael Schumacher menjelang balapan F1 terakhir pembalap berusia 43-tahun itu.
Schumacher akan pensiun dari balapan F1 untuk kedua kalinya pada akhir pekan ini di Interlagos, Brasil setelah melakukan comeback selama tiga tahun bersama tim Mercedes walaupun tidak meraih kesuksesan besar seperti karier sebelumnya, ia telah mengkoleksi gelar juara dunia balapan F1 sebanyak tujuh kali, prestasi terbaiknya adalah hasil podium ketiga pada balapan F1 Valencia di bulan Juni dan meraih ‘pole position’ tahun ini di balapan F1 Grand Prix Monaco.
“Saya mendapat kehormatan untuk bertemu Michael ketika saya masih anak kecil. Dia adalah pahlawan masa kecil saya. Mungkin dia dapat menutup telinganya sekarang, tetapi ia adalah inspirasi sejati kami saat itu, bagi saya dan anak-anak lain di Kerpen. Dia adalah pahlawan kami, “kata Vettel saat konferensi pers menjelang balapan F1 Brasil di akhir pekan ini.
“Jelas kami mendapat kehormatan untuk bertemu dengannya. Dia mengurus kejuaraan balapan yang diadakan di Kerpen dan datang mengunjungi di balapan terakhir. Dia memberikan piala kepada semua orang, setiap anak, lebih dari 100 anak pada waktu itu, jadi dia sangat sabar dan sekarang setelah memahami betapa padatnya jadwal balapan F1. Ia menyempatkan diri untuk memberikan waktu ekstra kepada para fans terutama bagi kami, anak-anak yang membalap adalah sesuatu yang sangat istimewa, sebuah memori yang sangat istimewa. Ketika saya bertemu dengannya pertama kali, jelas saya tidak tahu harus berkata apa karena saya tidak ingin meminta sesuatu yang bodoh tetapi pasti, aku ingat saat-saat itu.
“Hari ini saya pikir sekarang sedikit berbeda karena Anda menjadi lebih dewasa, Anda memiliki hubungan yang normal, jadi ketika saya berbicara dengannya sekarang, tidak merasa seperti berbicara dengan pahlawan masa kecil saya, rasanya seperti berbicara dengan Michael jadi saya melihat kepada orangnya daripada apa yang telah dicapai dalam karier balapan F1-nya.
“Tetapi jelas, jika Anda mengingatkan diri Anda sewaktu itu dan fakta bahwa saya membalap melawan dia pada beberapa tahun terakhir di balapan F1, sayangnya tidak sedekat seperti yang dialami Fernando, tetapi masih ada pikiran atau gambaran yang sangat jauh ketika saya masih anak kecil. Jelas dia sudah lama di balapan F1 tetapi bagi saya itu adalah sebuah mimpi yang sangat jauh saat itu. Sangat khusus selama beberapa tahun terakhir dan hubungan kami sangat istimewa dan saya pikir dia akan selalu menjadi inspirasi untuk saya sendiri. ”
Fernando Alonso sementara itu juga memberikan penghormatan kepada pembalap veteran yang telah melalui lebih dari 300 balapan F1 “Saya pikir kami akan selalu mengingat saat-saat bersaing dekat dengan seseorang seperti Michael yang akan tercatat dalam sejarah balapan F1. Kami memiliki beberapa pertarungan hebat dan rasa hormat yang tinggi di sirkuit, ” ucap pembalap asal Spanyol itu.
Bagaimana komentar Schumacher selama kariernya di balapan F1?
“Saya pikir tidak akan cukup waktu untuk menyampaikannya disini, tetapi mari kita simpulkan seperti ini. Itu adalah s20 tahun yang hebat dan sangat menyenangkan serta penuih kegembiraan,” tambahnya.
“Bersama Fernando saya memiliki beberapa tahun bertempur dan berjuang untuk gelar juara [dibandingkan dengan Seb]. Fernando sayangnya dalam beberapa saat tampil sangat kuat dan melakukan pekerjaan terlalu baik, dia seharusnya memberikan kemudahan untuk orang tua ini!
“Kepada Seb, kami sudah berteman untuk waktu yang lama dan saya mengikuti perkembangan karirnya ke balapan F1 dan melihat dia melakukannya dengan baik, jelas membuat saya bangga. Kami berdua tumbuh di kampung halaman yang sama di Kerpen dan melihat dia mengawali dan berakhir sekarang dalam sebuah performa yang dominan untuk beberapa tahun terakhir ini, itu sebuah prestasi yang membanggakan. ”

Rossi Akan Menebus Kesuramannya Di Ducati Bersama Yamaha


Sulit untuk menyatakan bahwa pembalap dengan sembilan gelar juara dunia balapan MotoGP butuh untuk membuktikan kemampuannya, tetapi Valentino Rossi tampaknya saat ini berada dalam posisi itu.
Pembalap asal Italia itu mencatatkan prestasinya menjadi sebuah legenda yang tidak terbantahkan dalam dunia olahraga motorsport sepanjang masa saat ia menyingkirkan rival-rivalnya menggunakan motor Honda, kemudian pindah ke tim Yamaha dan langsung menang pada motor yang tidak kompetitif sebelumnya saat ia belum menggunakan gaya menurunkan tumitnya saat memasuki tikungan.
Apakah semua itu diraih dengan mudah? Tidak karena ia didukung tim yang handal dalam menyediakan seluruh bantuan teknis yang memungkinkan, Rossi meraih itu semua dan meraih kesuksesan dengan bakat hebatnya.
Benar atau salah, ia seperti mempunyai mukjizat yang dapat memenangkan balapan MotoGP dengan menggunakan apa pun, terutama jika didukung kru tim inti nya, yang dipimpin oleh mantan kru teknis Michael Doohan yaitu Jeremy Burgess.
Proyek Ducati, dengan mengkombinasikan sesama warga Italia kepada dunia, terbukti menjadi salah satu keputusan terburuk dalam sejarah balapan MotoGP. Yang membuat semua orang terkejut dengan hasil yang mengecewakan itu, termasuk Rossi.
Dua tahun kemudian, Casey Stoner mendapat pengakuan lebih akan bakatnya, tidak hanya apa yang dia capai bersama motor Honda di tahun pertamanya bergabung dan meraih gelar juara dunia balapan MotoGP, tetapi apa yang telah dicapainya bersama Ducati sebelum posisinya digantikan Valentino Rossi.
Usaha tanpa mengenal lelah dari tim Ducati MotoGP tampak tidak menemukan benang merah selama dua tahun terakhir untuk memperbaiki masalah understeer motor itu. Motor Ducati sering menjadi yang tercepat di lintasan lurus tetapi lambat dalam catatan waktu putaran dan membuat pembalap mereka yang sangat berpengalaman Rossi dan Hayden (keduanya adalah mantan juara dunia balapan MotoGP Champions Dunia) sering mengalami kecelakaan terlalu sering ketika memacu motor mereka.
Ducati mengeluarkan begitu banyak versi di balapan MotoGP musim 2011 sehingga pembalap mereka terkadang tidak mengetahui pasti versi apa yang mereka tunggangi. Sedangkan pada balapan MotoGP tahun 2012, tim tersebut mencoba pendekatan yang lebih konvensional dengan menggunakan frame motor berbasis aluminium seperti motor Jepang tetapi hal itu tampaknya belum berhasil.
Pada pertengahan musim 2011, Rossi, tampak terlihat tua. Dan keputusannya untuk pindah ke tim tersebut menjadi sebuah kesalahan besar.
Tetapi selepas seri Indy 2012 dirinya mengumumkan akan kembali ke tim Yamaha, Valentino Rossi tampak memiliki harapan lagi untuk mengakhiri karier.
Dan pada lap pertama di atas motor Yamaha M1 1000cc seusai balapan MotoGP Valencia pada hari Selasa minggu lalu, Rossi secara resmi telah kembali di tim Yamaha, yang telah terbukti mereka dapat kembali bekerjasama untuk menjadi kompetitif dengan motor yang mudah dikendalikan dan hubungan itu akan setidaknya berlangsung selama dua tahun ke depan minimal. Uji coba di Valencia dan Aragon sebetulnya berlangsung pada kondisi basah kuyup dilintasan tetapi tampaknya Rossi tidak ingin mengecewakan para wartawan yang menanti aksinya sehingga membuat penampilan perdana diatas motor Yamaha M1 lagi untuk publikasi kepada media.
Rossi sebetulnya tidak perlu meraih gelar juara dunia balapan MotoGP lagi ataupun menlampau rekor Giacomo Agostini dengan memenangkan 122 Grand Prix. Dia berada di senja karirnya dan bukanlah seorang pembalap seperti beberapa tahun yang lalu. Bukan seorang pembalap yang berada di era keemasannya seperti halnya pada tahun 2010 saat dimana rekan satu timnya Jorge Lorenzo mulai tampil kuat di tim Yamaha.
Yang Rossi butuhkan adalah menjalankan musim balapan MotoGP yang kompetitif dan memenangkan beberapa balapan MotoGP untuk menempatkan masa-masa suram selama bersama Ducati. Sehingga ia dapat melupakan kinerja di Ducati selama dua tahun terakhir ini untuk menutup karir balapnya yang gemilang selama lebih dari satu dekade ini.

Rossi, Lorenzo Dan Dovizioso Akan Turun Di Rally Monza


Daftar pembalap untuk Show Rally Monza mengungkapkan bahwa beberapa bintang balapan MotoGP Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso akan beraksi di ajang roda empat akhir pekan ini.
Mantan tujuh kali balapan MotoGP Rossi biasa tampil dalam acara tersebut, ia terkenal sangat antusias dengan ajang reli terkenal itu dan menjadi pemenang pada tahun 2006 dan 2007, kehadiran rekan satu timnya Yamaha yang baru dinobatkan gelar juara dunianya kedua kali Lorenzo sebagai sesuatu hal yang mengejutkan.
Pembalap asal Spanyol, bersama Dovizioso, akan menggunakan mobil Citroen DS3 WRC, sementara Rossi akan berada mengemudikan mobil Ford Fiesta WRC.
Bintang pembalap roda dua lainnya yang tampak dalam daftar tersebut adalah Loris Capirossi, Alex de Angelis, Claudio Corti dan Simone Corsi.
Rally Monza yang diadakan dalam sembilan tahapan aspal saat melintasi bagian dasar dari sirkuit legendaris Italia tersebut, dan pada diakhiri dengan acara puncak menggunakan metode knock-out pada hari sore Reli 2012 yang akan diselenggarakan pada hari Jumat hingga Minggu.
Rossi berada di posisi kedua di belakang legenda WRC Sebastien Loeb pada acara tahun lalu. Loeb tidak akan hadir akhir pekan ini, saat pembalap yang menjuarai lima kali di Monza, Rinaldo Capello dan Piero Longhi diharapkan akan mendominasi balapan itu yang merupakan seorang pembalap profesional.
Lorenzo akan turut sertap seperti bintang balapan F1 Michael Schumacher dan Sebastian Vettel pada kegiatan lain saat musim balapan F1 berakhir di acara, Race of Champions, yang berlangsung di Thailand pada tanggal 14-16.

Rossi: Saya Tidak Pernah Ingin Berhenti Membalap


Valentino Rossi mengakui bahwa ia tidak mendapatkan pelajaran apa-apa selama dua tahun bersama tim Ducati.
Mantan Juara dunia tujuh kali tersebut memutuskan untuk pindah ke tim Italia pada balapan MotoGP musim 2011, tetapi setelah meraih kemenangan 79 kali selama kariernya di 11 musim balapan MotoGP sebelumnya ia tampil merana tanpa pernah meraih kemenangan di atas motor Desmosedici.
Rossi mengaku frustrasi dengan catatan selama dua tahun tersebut, ia mengatakan bahwa kekecewaannya terbesarnya adalah tidak mampu membantu meningkatkan daya saing motor Ducati supaya menjadi kompetitif.
Pembalap tim Ducati lainnya, Nicky Hayden mencatatkan hasil kualifikasi terbaik di akhir musim 2012 ini di Valencia, tetapi masih tertinggal 1.659s dari pembalap peraih pole sebuah gap yang lebih parah saat balapan MotoGP pertama Rossi pada tahun 2011.
“Mereka mengatakan bahwa jika Anda mampu melewati masa-masa sulit Anda menjadi lebih kuat, maka kita harus melihat nanti. Menurut pendapat saya, hal itu tidak mengajarkan saya apa pun,” kata Rossi sebagaimana dikutip media Italia1.
“Jelas saya merasa kecewa dengan hasil serta fakta bahwa saya belum mampu memperbaiki motor untuk membuatnya menjadi pemenang, bahkan walaupun tidak menang dapat mengetahui hal-hal untuk diperbaiki demi membuat beberapa langkah ke depan. Hal ini adalah beberapa hal yang tidak mampu saya jawab.
“Saya tidak perlu mengalami dua tahun yang sulit. Namun, mungkin akan bermanfaat untuk mereka dan saya akan menikmati masa datang bersama Yamaha.
“Saya berpikir tidak kehilangan apa-apa. Bahkan, saya dalam bentuk dan performa terbaik.
“Dua tahun ini akan berguna untuk menikmati hal-hal yang akan terjadi di masa datang.”
Saat Casey Stoner memutuskan pensiun dari balapan MotoGP di usia 27 dan rekan satu timnya di Yamaha Jorge Lorenzo, yang saat ini berusia 25 tahun, menyatakan akan mengevaluasi masa depannya di balapan MotoGP pada akhir 2014. Rossi menjawab seputar masa depannya dalam balapan MotoGP.
Ia mengatakan berharap tetap dapat meneruskan ambisinya berada di balapan MotoGP selama dua musim berikutnya, selebihnya mungkin ia akan tertarik untuk tetap berada di ajang seputar dunia balapan motorsport.
“Ide saya adalah tidak pernah berhenti dari balapan MotoGP,” candanya.
“Hal ini adalah apa yang saya sadari selama beberapa tahun terakhir, dalam arti bahwa saya ingin selalu tetap menjadi pembalap, karena setelah balapan MotoGP mungkin saya bisa membalap mobil. Jelas tidak pada tingkatan tertinggi seperti balapan MotoGP , tetapi  dengan komitmen yang sama dalam ajang balapan yang kurang premier.
“Jangan pernah berkata tidak pernah, karena siapa tahu. Tetapi saya berharap [dua tahun di tim Yamaha] adalah yang terakhir karena itu berarti semua telah berjalan dengan baik.
“Saya pikir seseorang harus melakukan olahraganya sendiri asalkan ia kompetitif dan merasa mampu melakukannya, karena semua pembalap yang telah berhenti masih mempunyai keinginan membalap kemudian menyesali keputusan mengakhirinya.
“Saya ingin selalu mempertahankan gaya hidup ini tetapi juga membalap dan mencoba untuk melaju kencang.”

PIALA AFF 2012: Timnas Garuda Tak Anggap Remeh Laos



Compact_timnas_garuda
KUALA LUMPUR - Jefriblog: Timnas Garuda tidak akan menganggap remeh kemampuan Timnas Laos yang menjadi lawan perdananya pada Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil Malaysia, Minggu (25/11).

Pelatih timnas Nil Maizar di Kuala Lumpur, Sabtu mengatakan, Laos merupakan salah satu tim yang memiliki permain yang bagus sehingga harus diwaspadai setiap gerakan yang dilakukan.

"Untuk menghadapi Laos butuh konsentrasi lebih. Mereka pasti memberikan perlawanan karena juga pengen menang," katanya di Hotel Golden Horses dimana timnas menginap.

Menurut dia, guna mengetahui kekuatan calon lawan, jajaran pelatih terus melakukan pemantauan termasuk mempelajari rekaman pertandingan Timnas Laos saat melakukan pertandingan ujicoba.

Dengan mempelajari rekaman pertandingan, kata dia, sedikit banyak pihaknya mengetahui pola permainan calon lawan meski pola itu belum tentu diaplikasikan saat berhadapan dengan Indonesia.

"Untuk persiapan saya kira sudah cukup. Apalagi ditambah dengan dari semua pemain dan official. Kami berharap mampu memberikan yang terbaik," kata mantan pelatih Semen Padang itu.

Timnas Garuda saat menghadapi Laos dipastikan turun dengan kekuatan penuh dan kemungkinan akan turun dengan formasi 4-4-2 seperti yang dilakukan saat latihan maupun pertandingan ujicoba.

Untuk lini depan kemungkinan besar akan diisi duet Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim. Kedua pemain ini akan ditopang lini kedua yaitu Andik Vermansyah, Tonnie Cusell, Taufiq dan Oktovianus Maniani.

Sedangkan lini belakang berpeluang diisi kuarter Novan Setya Sasongko, Wahyu Wijiasnanto, Hamdi Ramdan dan Nopendi. Untuk posisi penjaga gawang kemungkinan besar dihuni oleh Endra Prasetya.

Kekuatan Timnas Garuda ini juga bertambah setelah proses administrasi kewarganegaraan bagi pemain blasteran Indonesia-Belanda yaitu Raphael Maitimo telah beres dan telah didaftarkan ke AFF bersama 21 pemain lainnya.

Sementara itu pelatih Loas, Kokichi Kimura mengaku belum mengetahui dengan pasti kekuatan Timnas Indonesia. Selama ini pihaknya hanya mamantau kekuatan Indonesia dari siaran televisi.

"Indonesia adalah tim yang bagus. Besok adalah pertandingan yang bagus," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, guna menghadapi Timnas Indonesia pihaknya telah mempersiapkan diri dengan baik termasuk menyiapkan beberapa formasi untuk menghadang tekanan dari tim lawan.

"Tergantung situasi. Kemungkinan kami akan bermain dengan 4-5-1 atau bisa saja 4-1-4-1," kata mantan manajer klub J-League, Yokohama F Marinos itu.

Setelah menghadapi Laos, Timnas Garuda selanjutnya ditantang oleh Singapura, Rabu (28/11) dan dipertandingan terakhir menghadapi tuan rumah Malaysia, Sabtu (1/12).

Madrid Kalah di Benito Villamarin



CRISTINA QUICLER / AFP
Gelandang serang Real Madrid, Angel di Maria (kanan), mencoba menaklukkan kiper Real Betis, Adrian, dalam laga di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Sabtu atau Minggu (25/11/2012).

SEVILLA, JEFRIblog -
 Real Madrid secara mengejutkan kalah 0-1 dari tuan rumah Real Betis dalam lanjutan pertandingan Liga BBVA di Stadion Benito Villamarin, Sabtu atau Minggu (25/11/2012) dini hari WIB. Satu-satunya gol kemenangan Betis dicetak Benat Etxeberria pada babak pertama.

Los Merengues langsung mengambil inisiatif penyerangan sejak peluit babak pertama berbunyi. Pada menit ke-7, Madrid memperoleh peluang mencetak gol dari upaya Cristiano Ronaldo. Namun, sepakan Ronaldo masih bisa dihentikan kiper Betis, Adrian.

Pada menit ke-17, publik Benito Villamarin justru bersorak gembira. Gelandang andalan Betis, Benat, sukses menyarangkan bola ke gawang Madrid.

Memanfaatkan kesalahan Angel di Maria membuang bola, Benat mendapatkan kesempatan mencetak gol. Meski, sempat dihadang Xabi Alonso, Benat mampu melepaskan diri dan mengirimkan tembakan keras yang gagal diselamatkan Iker Casillas. Skor 1-0 untuk Betis.

Tertinggal gol dari tuan rumah membuat Madrid gencar melancarkan tekanan. Pada menit ke-31, Di Maria nyaris membayar kesalahannya dengan mencetak gol ke gawang Betis. Sayangnya, sepakkan kaki kiri Di Maria hanya melayang tipis di atas jala Betis yang dikawal Adrian.

Memasuki menit ke-37, Madrid sebenarnya mampu menyamakan kedudukan. Umpan tendangan bebas Alonso mampu diteruskan Karim Benzema masuk ke gawang Betis. Namun, hakim garis menganggap Benzema telah berperangkap offside. Babak pertama berakhir untuk keunggulan Betis 1-0.

Setelah turun minum, Madrid melakukan pergantian pemain. Sami Khedira dan Mesut Oezil yang tampil kurang gereget, diganti Luka Modric dan Kaka.

Namun, para pemain Madrid juga belum bisa menembus rapatnya barisan belakang Betis. Kesempatan awal pada babak kedua pun hadir untuk kubu tuan rumah. Namun, tendangan bebas Juan Carlos masih melenceng tipis di atas mistar Madrid pada menit ke-57.

Madrid memiliki kesempatan emas menyamakan skor pada menit ke-62. Menerima umpan Modric, Kaka melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Beruntung, Adrian melakukan penyelamatan gemilang lewat lompatan tingginya untuk menjangkau bola sepakkan Kaka.

Kubu Betis nyaris menggandakan skor saat laga berjalan 71 menit. Umpan tendangan bebas Benat mengarah ke Salvador Agra. Sang pemain lantas memberikan umpan kepada Salva Sevilla yang berdiri bebas. Sayangnya, Sevilla memutuskan untuk menggocek bola ketimbang menembak langsung. Alhasil, tendangan Sevilla melenceng dari sasaran.

Laju serangan Madrid semakin deras. Pada menit ke-82 dan ke-83, Los Blancos memperoleh peluang besar menyamakan skor. Namun, aksi kiper Adrian sukses menggagalkan upaya Ronaldo dan Benzema mencetak gol. Hingga bubaran skor tetap 1-0 untuk kemenangan Betis.

Kekalahan ini membuat Madrid gagal mendekati Barcelona dan Atletico Madrid. Pasukan Jose Mourinho terpaku di peringkat ketiga Liga BBVA dengan 26 poin, tertinggal 8 angka di belakang Barcelona, serta 5 poin dari Atletico. Ini juga menjadi kekalahan ketiga Madrid musim ini di kompetisi lokal. Sementara bagi Betis, hasil positif ini membuat mereka merangsek naik ke urutan lima dengan 22 poin.

Susunan Pemain
Betis (4-2-3-1): 
13-Adrian; 7-Angel Lopez (23-Nacho Perez 75), 4-Antonio Amaya, 5-Jose Antonio Dorado Ramirez, 6-Alex Martinez; 10-Benat Etxberria, 17-Juan Carlos (19-Jorge Molina 63); 18-Salvador Agra, 21-Jose Canas, 14-Salva Sevilla (20_Emmanuel Igiebor 81); 24-Ruben Castro
Pelatih: Pepe Mel

Madrid (4-2-3-1): 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 3-Pepe, 4-Sergio Ramos, 5-Fabio Coentrao; 6-Sami Khedira (19-Luka Modric 46), 14-Xabi Alonso; 22-Angel di Maria (21-Jose Callejon 63), 10-Mesut Oezil (8-Kaka 46), 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema
Pelatih: Jose Mourinho

Wasit: Jesus Gi
l

Piala AFF Grup B: Bedah Kekuatan Singapura

Bersama ThailandSingapura menjadi kolektor terbanyakPiala AFF (dahulu Piala Tiger). The Lions hingga kini telah tiga kali menjadi kampiun, yakni tahun 1998, 2004 dan 2007.

Kedigdayaan Singapura dimulai saat pelatih Radojko Avramovicditunjuk sebagai pelatih pada tahun 2003, dan masuknya pemain-pemain naturalisasi seperti Agu Casmir dan Mustafic Fachrudin. Sejak saat itu kekuatan Singapura selalu diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai pemegang catatan tiga kali kampiun, hasil buruk yang diraih The Lions di ajang Piala AFF edisi sebelumnya tentu tak bisa ditolerir. Shahril Ishak dkk pun bertekad untuk menebusnya tahun ini.

Berbekal kekuatan dan skuad mumpuni yang ditunjang kombinasi pemain muda dan pemain sarat pengalaman, The Lions diyakini akan berbicara banyak di gelaran Piala AFF kali ini.
 

© Copyright Dunia Olahraga 2010 -2011 | Design by Jefri Adiantoro | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.